Menjadi Manusia Bermanfaat Untuk Orang Lain

09 Sep 2021, 19:18:29 WIB Syiar
Menjadi Manusia Bermanfaat Untuk Orang Lain

Opini (9/9/2021) - Sebagai umat Islam manusia diharuskan untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Diantaranya saling tolong-menolong agar bermanfaat dalam lingkungan dan ranah ilmu yang sudah kita pelajari, karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita. Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al-Isra Ayat 7).

Di dalam hidup ini, kita tak perlu berupaya untuk menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. Tetapi jadilah seseorang yang berguna bagi siapa pun di sekeliling diri kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar diri kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi orang lain.

Baca Lainnya :

Mengapa Harus Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat?

Sebab ini salah satu perintah Rasulullah SAW kepada umatnya:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah).

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi.

Banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bisa dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, memberi pinjaman, memberikan taushiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, membayarkan utang, memberi makan, hingga menyisihkan waktu untuk menunggu tetangga yang sakit.

Pemimpin yang baik juga bermanfaat bagi bawahannya, sebagaimana penguasa yang adil pun bermanfaat bagi rakyatnya. Bahkan, membuat orang lain menjadi gembira juga termasuk amalan bermanfaat yang dicintai oleh Allah SWT. 

Hal terpenting agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, da nada kemauan dalam diri, karena ikhlas dan kemauan adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita. Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.