Nabi Muhammad Teladan Hidup Ikhlas Dan Sederhana

20 Sep 2021, 19:19:36 WIB Syiar
Nabi Muhammad Teladan Hidup Ikhlas Dan Sederhana

Opini (20/9/2021) - Perintah hidup ikhlas dan sederhana ini tertuang dalam Alquran surah Al-Furqan ayat 67 sebagai berikut:

Artinya; “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak [pula] kikir, di antara keduanya secara wajar,” (QS. Al-Furqān[25]: 67).

Penjelasan mengenai hidup ikhlas dan sederhana adalah sebagai berikut: Ikhlas dalam Hidup dan Beramal Saleh Ikhlas adalah perilaku hati yang tak kasat mata. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2017) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ikhlas dinyatakan sebagai kebersihan dan kesucian hati kepada Allah SWT. Hidup yang ikhlas adalah hidup yang dijalani untuk menerapkan perintah dan ajaran Allah SWT, bukan untuk memperoleh pujian, imbalan, ataupun mencari perhatian orang lain.

Baca Lainnya :

Tujuan hidup menurut Islam adalah untuk beribadah kepada-Nya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku,” (QS. Adz Dzariyat (51): 56).

Salah satu teladan hidup yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW adalah hidup ikhlas dan sederhana. Dua hal tersebut dapat saling melengkapi agar memperoleh berkah dari Allah SWT. Orang yang hidup ikhlas dan sederhana akan merasa cukup atas karunia Allah SWT, bersyukur, tidak mengeluh, serta tidak berlebihan dalam menampilkan diri, ataupun kelewat konsumtif dalam kehidupan sehari-harinya.

Ikhlas sendiri mempunyai tiga tingkatan. Tiga tingkatan ini menunjukkan level tertinggi hingga level terendah dari ikhlas sebagai berikut:

1. Mengharapkan Rida Allah SWT Semata.

2. Mengharapkan Surga dan Minta Dihindarikan dari Neraka.

3. Mengharapkan Berkah Dunia dari Allah SWT Tingkatan ketiga dan yang terendah dari     ikhlas adalah mencari keutamaan dunia yang sudah Allah SWT janjikan.

 Dalam istilah modern, hidup sederhana dapat dilakukan dengan menerapkan gaya minimalis. Artinya, barang-barang dibeli atau mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, bukan terus menuruti keinginan yang tak ada habis-habisnya. Dalam uraian "Bahagia Hidup Sederhana" yang diterbitkan Kementerian Agama RI, dinyatakan bahwa sikap sederhana dalam Islam bermakna kanaah, yang artinya menerima keadaan dengan ikhlas, bersabar dalam kesusahan, dan bersyukur ketika diberi nikmat dan keberuntungan. Lawan sikap sederhana adalah perbuatan boros yang diimbau agar dihindari setiap muslim, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya; "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya,” (Q.S. Al-Isra[17]: 27). Hidup ikhlas dan sederhana bukan berarti menerima tekanan hidup begitu saja, abai berusaha, bukan juga bermalas-malasan, dan pasrah menerima takdir. Hidup ikhlas dan sederhana dilakukan dengan berniat, berusaha, ikhtiar sesuai kemampuannya dengan maksimal, serta diiringi dengan tawakal kepada Allah SWT.

Kita sudah sering mendengar istilah "Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik," bukan? karena memang agama Islam menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana. Selain itu, manfaat hidup sederhana pun sangatlah banyak dan mengandung kebaikan.

Allah SWT melarang setiap umat-Nya yang suka melampaui batas atau berlebihan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an  berikut:

“Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma'dah : 77)

Jadi, sudah sangat jelas bahwa agama Islam memang tidak suka segala sesuatu yang sifatnya berlebihan, termasuk dalam hal gaya hidup.